Brutalnya Gerombolan Karto Suwiryo

By | February 6, 2016

Brutalnya Gerombolan Karto Suwiryo

Brutalnya Gerombolan

Ilustrasi

Brutalnya Gerombolan Karto Suwiryo
Kejadiannya waktu saya masih kecil tahunnya mungkin sekitar tahun 1959 atau 1960 saya tidak persis tahunnya tapi semua kejadian itu masih terekam dalam ingatan saya.

Suasana Kampung yang Mencekam

Ceritanya begini, pada saat gerombolan berkecamuk di kampung kampung, semua rakyat pada ngungsi ketempat yang lebih aman dimana ada markas TNI terdekat, karena kalau tidak ngungsi banyak sekali kejadian dikampung kampung itu ada yang dibunuh, anak anak mudanya diculik harta bendanya dirampas rumah rumah dibakar, hampir setiap malam ada aja peristiwa itu terjadi pokoknya kalau malam tiba kampung itu terasa di kuburan.

Selang beberapa bulan dikampung kampung mulai aga aman, banyak rakyat rakyat gak pada ngungsi kecuali bapak bapaknya dan anak mudanya laki atau perempuan masih tetap mengungsi karena masih takut diculik, yang tinggal dikampung hanya ibu ibu dan anak dibawah umur yang gak ngungsi.

Pada saat itu karena saya masih kecil saya tidak ikut ngungsi , tapi saya menangis waktu bapak saya ngungsi saya kepengen ikut, maklum semasa kecil saya paling deket sama orang tua laki laki (bapak saya) bahkan pernah waktu bapak saya ngungsi saya nangis muikut ahirnya bapak saya gak jadi ngungsi dan tidur berdua dengan saya diatas plapon rumah yang dialasi papan beberapa lembar.

Pada malam rabu kalo gak salah, saya gak ikut ngungsi karena bapak saya diam diam dah pergi duluan mengsi, ahirnya saya tidur bersama ibu, nenek juga bibi saya yang saat itu baru tiga hari melahirkan. Pada waktu itu lampu masih menggunakan lampu cempor yaitu kaleng bekas susu kental yang dibolongin tengahnya terus dikasi minyak tanah dan pake sumbu dari sobekan kaen.

Beberapa malam kampung itu terasa aman, walaupun diluar sangan gelap, tapi saya ibu nenek juga yang lainnya belum pada tidur kami sedang asik makan rebus singkong dan rebus jagung sambil ngobrol, kira kira jam delapan malam terdengar ada suara sepatu rame dengan sigap nenek saya langsung meniup lampu dan semua disuruhnya tidur dan jangan ada yang buka suara, nenek sangat takut kalo suara sepatu itu akan masuk rumah.

Disaat sedang tiduran dengan hati yang ketakutan tiba tiba pintu digedor diluar, duk duk duk buka pitunya, ayo buka cepaaat, ahirnya nenek saya bangun dan dibukanya pintu itu lalu geromobolan masuk lengkap dengan senjatanya, bangun ayo bangun nyalain lagi lampunya kenapa tadi dimatiin lampunya kata Brutalnya Gerombolan, saya takut juragan kata nenek saya sambil nyalain lagi lampu, takut apa mana laki lakinya ayo keluar sambil semua kamar disenterin, gak ada juragan anak laki laki saya pada dikota,jangan bohong dikota apa ngungsi, nenek saya menjawab dengan gemetar dikota juragan dia sedang usaha dagang, ya sudah saya minta bajunya juga beras sambil melangkah ke lemari dan semua isinya dikeluarin, gak ada juragan ada juga baju dah butut butut beras juga gapunya karena hasil panen kemaren gagal dimakan tikus kata nenek saya, wah dasar kata gerombolan keluar rumah sambil menendang pintu.

Pas gerombolan keluar rumah nenek berbisik hayu kita ngungsi kerumah uwa dibawah disinimah takut nanti gerombolan datang lagi, ahirnya semua sepakat dan langsung pindah kerumah uwa, uwa sangat kaget ia bertanya ada apa ada apa, ahirnya nenek bercerita dengan sangat pelan sekali dan a uwa bilang yaudah disini aja dan lampu langsung ditiup biar kesannya tidak ada orang dirumah itu.

Dan nenek dianter sama nenek sebelah rumah pergi ke kampung pasar untuk laporan ke markas TNI kalau di kampung cikoang ada gerombolan.

Baru juga nenek berangkat rasa takut kami semua belum hilang tiba tiba pintu rumah ada yang gedor gedor lagi sambil teriak teriak .. buka ..buka sesudah dibuka ternyata gerembolan yang tadi masuk kerumah uwa,gerombolan itu kaget meliat ibu bibi dan saya juga yang lainnya ada dirumah itu, kalian ada disini kenapa pindah, saya takut juragan jawab ibu saya, ya seperti kejadian yang diatas Brutalnya Gerombolan itu nanyain bapak bapaknya dan minta baju kaen juga beras, uwa bercerita kalao gak punya apa apa cerita nya persis seperti nenek waktu ngomong sama gerobolan itu, ahirnya gerombolan itu cerita jangan takut sama saya, malah saya itu harus didukung dibantu kalau punya baju , beras kasihkan pada saya karena saya itu memperjuangkan kalian, saya itu DI TII ( Darul Islam Indonesia Tentara Islam Indonesia ) sudah selesai cerita baru dia pamitan gak marah marah seperti tadi lagi.

TNI Vs Gerombolan Karto Suwiryo

Brutalnya Gerombolan

Ilustrasi

Pas malam mendekati subuh kira kira jam tiga tiga pulu nenek datang abis laporan ke TNI, tapi TNI nya gak datang, baru jam sebelas siang TNI datang menanyakan berapa orang gerombolannya dan kearah mana gerombolan itu pergi.

Masyarakat pada kumpul semua laporan ke TNI, katanya dikampung lain akbiat Brutalnya Gerombolan ada yang ditembak dan ada juga yang diculik juga harta bendanya dibawa gerombolan itu bahkan rumah rumah rakyat pada dibakarin, sudah selesai cerita /laporan maka TNI pun kembali kemarkasnya.

Pada sore harinya saya dan yang lainnya lagi pada duduk diteras nenek bercerita pada malam kejadian nenek itu pergi kemarkas TNI, katanya nenek pas dijalan deket pohon asem tepatnya di kampung cigadung nenek melihat penampakan , katanya dibawah pohon asem ada orang lagi duduk sambil makan sirih dimulutnya keluar cairan merah mungkin dari caira sirih itu kalau kata orang orang itu namanya aden aden katanya, terus nenek meliat ada lima ekor kuda tapi anehnya kuda itu bisa terbang mondar mandir, karena takutnya nenek gak lihat kiri kanan lagi terus aja berjalan menuju markas TNI begitupun pulangnya, nenek setengah lari pengen cepet nyampai dirumah.

Selang empat hari dari kejadian itu, mamang saya Makmun namaya ditembak sama gerombolan, saat dia lagi nyangkul sawah di kampung citimbun, ditembaknya pada saat lagi makan sama bibi saya bi Omi namanya yang wktu itu bibi saya lagi hamil, dan nganterin makanan ke mamang yang lagi nyangkul.

Sekian dulu pengalaman (kisah nyata) saya sobat sobat, Insya Alloh Pengalaman aneh tapi nyata yang lain akan menyusul Wasalam ….

loading...

One thought on “Brutalnya Gerombolan Karto Suwiryo

  1. Ichsan

    Sedih klo denger cerita ini…. suasana kampung yang sangat mencekam rakyat kecil ga bisa apa… anak anak yg kehilangan orang tua nya rumah2 di bakar org yg ga tau apa apa di tembak….

    Reply

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar