Budi Daya Ikan Mas Tradisional

By | February 15, 2016

Budi Daya Ikan Mas

Budi Daya Ikan Mas, disini saya akan menguraikan bagaimana cara cara mengembang biakan ikan untuk konsumsi maupaun untuk bisnis, diantarantaya bagimana cara pemijahan ikan ikan tersebut :

Ikan Mas ( Cyprinus Carpio L ).

Budi Daya Ikan Mas
Budi Daya Ikan Mas dan Cara Pemilihan Induk Ikan Mas ( Cyprnus Carpio L )
Untuk  memperoleh Induk yang unggul, dimulai sejak ikan itu masih benih, ikan mas yang akan menjadi indukan yang baik dilihat dari pertumbuhan benih yang cepat besar, ini bisa diketahui dengan cara melihat ukuran benih yang bersangkutan.

Pemilihan benih untuk calon induk harus dilakukan sejak pemanenan benih umur -/+    1 bulan, ikan yang diperuntukan untuk calon induk biasaya sudah mulai dewasa pada   umur -/+ 1 tahun, sedangkan dari segi umur induk ikan mas yang baik berumur 1,5 – 3 tahun, induk yang baik berumur 1,5 tahun biasanya beratnya antara 750 – 1000 gram/ekor.

Induk jantan biasanya lebih cepat dewasa, harus dimatangkan kelaminnya dengan pemeliharaan tertentu baik soal makananya maupun areal yang diperlukan.

Ikan mas yang akan dimatangkan kelaminnya harus dikurangi kadar lemaknya, ini dimaksudkan supaya induk tidak kegemukan tujuannya memang bukan menggemukan tapi untuk mendapatkan telurnya/spermanya yang cukup banyak.

Pada penebaran untuk peliharaan induk 5 meter persegi bagi tiap kg induk, dan induk jantan harus dipisah dengan induk betina, bila kolam pemeliharaan induk itu sistem pengairannya seri, maka induk jantan haruh dipelihara dikolam sebelah bawahnya.

Makanan untuk Budi Daya Ikan Mas induk harus diberikan secara teratur, denga frekwensi 2 kali per hari ( pagi dan  sore ) sebanyak 2 – 3 % berat badan/hari, pemeliharaan induk induk diatas biasanya dilakukan pada kolam kolam ukuran kecil yaitu antara 20 -100 meter persegi,

Bila dikasih makan tambahan, makanan tambahan itu harus sedikit kandungan lemaknya, dan dianjuran diberi tambahan dedak jagung.

Budi Daya Ikan Mas Induk mas yang baik adalah : Umur 1 1/2 – 3 tahun, Bentuk badan tidak cacat pada badan maupun sirip, Sisik besar besar dan teratur, Pangkal ekornya normal ( tidak pendek ) Kepala relatip kecil,

Tehnik Pemijahan Budi Daya Ikan Mas

Cara tradisional dan Cara baru Budi Daya Ikan Mas.

Cara baru Budi Daya Ikan Mas adalah perbaikan dari cara tradisional guna menanggulangi kelemahan kelemahan cara tradisional,  yang dimaksud kelemahan cara tradisional adalah :

  1. Penetasan telur yang telah dibuahi tidak terkontrol karena diserahkan langsung pada alam, maka akan terjadi pembinasaan telur oleh hama atau kondisi air yang kurang menguntungkan.
  2. Sering terjadi larva ikan mati disebabkan keadaan air yang tidak terkontrol, apalagi kalau kolamnya baru saja di pupuk, yang mengakibatkan proses pembusukan yang dapat mematikan larva ikan.
  3. Kematian anak anak ikan yang baru beberapa hari  menetas, disebabkan kekurangan makanan,

Cara tradisional Budi Daya Ikan Mas ini diperbaiki dengan cara :

1. Penetasa telur yang telah dibuahi, diawasi baik kondisi airnya maupun hama hamanya.

2. Penyediaan makanan tambahan bagi anak anak ikan, sehingga anak anak ikan itu tidak kekurangan.

Dalam pemijahan cara tradisional, luas kolan tergantung pada sistem yang dugunakan namun dasar kolamnya harus tidak berlumpur, atau berbatu batu, airnya sedikit keruh serta cukup mengandung zat asam.

Karena telur ikan bersipat melekat, maka dalam pemijahannya diperlukan tempat menempel telur, yang disebut kakaban, kakaban itu terdiri dari ijuk atau dari bahan kain tergantung pada sistem pemijahannya.

Pemasangan kakaban dilakukan sebagai berikut, sebatang bambu yang sudah agak kering dipasang  mendatar, ujung ujungnya diapit oleh dua tiang, sehinggan bambu tersebut bisa bergerak bebas naik turun mengikuti permukaan air.

Sesudah itu baru ijuk dipasang diatas bambu tadi, disini kakaban akan sedikit terendam karena daya beratnya.

Kolam pemijahan harus dikeringkan selama 3 – 4 hari, pengeringan jangan sampai mengakibatkan tanahnya pecah pecah  karena terlalu kering, perhatikan pematangnya jangan sampai ada yang bocor, setelah siap barulah diairi dan dipasang kakabannya.

Beberapa sistem pemijahan yang dipakai masyarak  sebagai berikut :

Sunda, Induk tetap dikolam pemijahan , kolam pemijahan  bukan kolam penetasan, Bahan alat pelekat telur ijuk atau kakaban,

Cimindi Induk dipindahkan dari kolam pemijahan, Kolam pemijahan merupakan kolam penetesan, bahan alat pelekat telur ijuk atau lalabaan.

Ranca Paku Induk tetap dikolam pemijahan, Kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, bahan alat pelekat telur bukan ijuk atau kakaban.

Sumatera Tengah Induk dipindahkan dari kolam pemijahan, Kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, Bahan alat pelekat telor bukan ijuk atau kakaban.

Sistem sisten tradisional diperbaiki dengan sistem hapa, dalan cara ini   induk ikan dipindahkan secara biasaa pada kolam dengan menggunakan kakaban, sistem tradisional telur ditetaskan pada kolam, sistem hapa sitetaskan didalam hapa, hapa ,ini dibuat dari kain nylon ukuran  2 x 2 x 1 meter atau  2 x 1 x1 meter.

Untuk mendapatkan air yang jernih hendaklah dibuat bak bak atau kolam kolam kecil yang berfungsi untuk menyaring air sehingga air menjadi jernih.

Hapa yang telah disiapkan, dibak atau dikolam yang berisi air jernih, dimasukan kakaban yang telah berisi telur untuk kemudian ditetaskan, dalam sebuah hapa cukup dipasang 5 kakaban yang disusun berlapis jarak tiap lapis cukup -/+ 20 cm.

Supaya kakaban tida terapung maka masing masing kakaban diberi belahan bambu yang dipasang dekat ujung kakaban.

Kemudian ujung banbu tersebut diikat dengan tali yang salah satu ujungnya sudah dijahit pada hapa bagian sisi dalamnya.

Setelah telur menetas menjadi larva ikan, larva itu akan tetap pakai  kakaban dengan bergerak naik turun, dua hari setelah menetas kandung kuning telur larva mulai nabis, diabsorsi,sehingga pada hari hari selanjutna sudah diperlukan makana sari kuning telur dengan  premix 1% dalam laruran.

Benih perlu dipindahkan kekolam pembenihan setelah 7 hari, larva berada dalam hava barulah dipindahkan ke kolan yang telah disiapkan lebih dulu  agar bebas hama dan penyakit serta tersedia makamnan alami yang cukup.

Pada pemindahan benih , kakaban diangkat perlahan lahan sehingga larva tetap     selamat,

Pendederan adalah pemeliraan benih dari hasil kolan penetesan sampai dengan benih untuk dipelihara menjadi ikankonsumsi sampai dengan berapa ukuran ikan itu dideder, tergantung dari ukuran konsumsinya ikn mas tersebut.

Pendederan pertama ini biasanya -/+ satu bulan untuk mencapai ukuran benih 3 – 5 Cm,  pendederan kedua dan selanjutnya samapai denganukuran benih -/+ 25 gram,/ekor  untuk dikolam dapat dikurangi , namun bila dilakukan pendederan secara intensif jumlah tersebut dapat ditingkatkan  s/d 20.000 – 25.000 ekor/ha.

Pembesaran ikan mas ialah pemeliharaan ikan mas hasil dederan untuk dijadikan ikan lauk atau calon induk.

Pembesaran biasanya dapat dilakukan dibeberapa tempat, yaitu :

A. Pemeliharaan di Kolam

a. Secara tradisional

b. Secara Intensif

B, Pemelihaam disawah

C. Pemeliharaan didalam keramba, di parit parit, atau dalam jala terapung di danau atau di waduk waduk.

Pemungutan Hasil.

Pemungutan hasil ikan atau panen adalah memungut ikan setelah suatu periode pemreliharaan selesai, Pemanenan ikan besar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu  cara pengeringan kolam dan cara tanpa pengeringan kolam, kolam disini dimaksdkan segala bentuk tempat untuk pemeliharaan ikan, seperti imponding net , parit tempat pemeliran dan kolam dalam artian sehari hari.

.

loading...

One thought on “Budi Daya Ikan Mas Tradisional

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar