Cerita Misteri Pedagang Sate dan Mahluk Gaib

By | February 7, 2016

Cerita Misteri Pedagang Sate & Mahluk Gaib

Cerita Misteri Pedagang Sate
Cerita Misteri Pedagang Sate dan Mahluk Gaib , Kisah Nyata, Pedagang Sate Ini Dapat Resep dari Mahluk Gaib – Mas Tohaerudin yang biasa dipanggil Mas Toha  adalah sebagai penjual sate.

Dia mangkal di pinggiraan warung kelontong  dan sebelahan dengan yang jual martabak bangka.

Sehabis menikah Mas Toha  mencoba usaha ditempat lain  berusaha hidup mandiri dan merantau ke Jakarta  bersama istrinya.

Dengan berbekal uang tabungan Mas Toha pergi ke Jakarta, untuk merintis usaha barunya di kota besar , karena berasal dari Madura dan orang tuanya jualan sate maka di Jakatanya  juga membuka usaha jualan sate.

Awalnya dia mangkal di pojok  pasar Pd Labu Jakarta Selatan,  Namun karena di Pasar Pondok Labu dah ada beberapa orang yang jualan sate namanya juga kota besar jadi mana mana ditap yang rame rame ada yang jualan sate, Mas Toha jualan satenya sepi, paling ada ya 3 tau empat orang yaang belinya, maklum pedagang baru jadi belum punya langganan,

Sudah tiga bulan Mas Toha mangkal jualan sate di pojokan pasan Pondok labu, pembeli masih tetap sepi, ahirnya dia cerita sama istrinya, bu gimana kalau kita pindah jualannya, disini kita kalah saingan sama yang lama, yaudah mas kita pindah aja cari tempat yang lain kata isterinya.

Ahirnya dia cari tempat lain, ya dapat tempat baru di Pasar Gandul, terus kontrakan rumahnya juga pindah ke daerah Gandul.

Jualan sate ditempat yang baru Alhamdulillah pembeli lumaya banya ada sampai sepuluh orangnya bahkan pernah sampai dua puluh orang pembeli, juga mengalami sampai habis satenya karena banyaknya pembeli.

Tak terasa Mas Toha berjualan di pasar Gandul sudah ampir setahun, dengan penghasilan lumayan besar, sampai dah kebeli tanah trus dibuat rumah kecil kecilan dan dah dikarunia ana laki laki sau, hidup Mas Toha dah mulai mapan.

Singkat Cerita Misteri Pedagang Sate tiga tahun sudah Mas Toha julan di Pasar Gandul, karena ada pendatang baru yang sama sama jualan sate, yang mungkin bumbunya yang dibuat Mas Toha kurang enak maka pembeli itu pada pindah ke penjual sate yang baru, sehingga membuat penghasilan tiap harinya Mas Toha menurun dratis, ahirnya Mas Toha  bikin dua gerobak untuk julan satenya, yang satu buat dipasar Gandul  yang ditunggui sama isterinya dan yang satu buat dia jualan keliling.

Ya namanya jualan keliling kekampung kampung kadang banyak yang beli kadang haya 2, 3 orang aja yang belinya, tapi Mas Toha tidak putus asa, jualan kelilingnya terus di pas keliling kekomplek perumahan Alhamdillah ramai pembelinya bahkan sampai abis satenya

Pada suatu malam dia lagi keliling mendorong gerobak  satenya. malam semakin larut, Mas Toha terus berjalan, pikirannya melayang memikirkan nasibnya masa depan anaknya naanti.

Banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam benaknya, wajahnya menampakkan kecemasan dengan keringat mulai bercucuran.
Tiba-tiba langkahnya terhenti, kaget karena di belakangnya ada lelaki tua yang berdiri dab memanggilnya. “Mas! Beli satenya!”.
Maka dimundurkannya gerobak sate Mas Toha.
“Beli sepuluh tusuk  aja ya mas, boleh kan?”
Oooh, tentu saja boleh Pak!  jawab Mas Toha.
Sambil mengkipas-kipas baran satenta sesekali dia melirik lelaki tua itu, aneh di jaman sekarang masih ada orang memakai pakaian pangsi lengkap model dalang, malam-malam lagi, kata Mas Toha.
Saat sate selesai dibakar, dan diberi bumbu dan mau dibungkus, lelaki itu berkata: “Sebentar dulu, Mas. Boleh aku nyobain dulu satu?”

(Baca : Misteri penampakan di Batu gede )
Pak Tua itu mengambil sendiri satu tusuk sate dan memakannya. Setelah itu dia memberi komentar tentang rasa sate itu. Lalu memberi resep istimewa. Lalu dia menyodorkan uang 50 ribuan.

Saat Mas Toha akan mengembalikan  kembaliannya, Pak Tua yang berdiri di depannya raib entah kemana.

Suasana di sekitar sepi mencekam. bulu kuduknya berdiri, dia mempercepat dorongan gerobaknya dan balik ke rumah.

ESOK paginya, dicari uang 50 ribuan yang tadi malam diberikan Pak Tua berpakaian pangsi itu, tapi tak ada.

Di sakunya hanya ada selembar daun kering, hal itu meyakinkan dirinya, bahwa tadi malam dia baru bertemu lelembut, dicoba diingat-ingat saran-saran yang diberikan pak tua imalam tu, kemudian terlintas dibenaknya untuk mencoba saran-sarannya itu.

Dan hasilnya Alhamdulillah memang jauh lebih enak dari resep yang dibuat Mas Toha sendiri, dan hasilnya langsung ditungjukan ke isterinya  dan tetangga terdekat untuk mencoba dan memberi penilaian.

Mereka sepakat berpendapat, sate Mas Toha telah mengalami perubahan luar biasa jauh lebih enak, akhirnya sate Pak Dayono makin terkenal, dia berdagang keliling kembali dan isterinya tetap ualan dipasar Gandul.
Karena jualan sate nya makin maju dan udah banyak yang mengenalnya maha dia sepakat dengan isterinya untuk membeli kios dipasar gandul, dan usahanya dari hari kehari tambah maju.

Cerita Misteri Pedagang Sate Kini Mas Toha memiliki 4 kios di tempat yang berbeda, berkat usaha satenya itulah ia kini telah mampu membangun rumahnya juga menguliahkan 3 orang anaknya,

Alhamdulillah, Mas Toha beserta istri juga sudah Umhoh juga menunaikan ibadah haji. semua itu berkat rahmat Allah SWT  . Aamiiin Yra. katanya mantap.

loading...

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar