Kiat Membuat Anak Gembira & Bahagia

By | February 11, 2016

Kiat Membuat Anak Gembira & Bahagia

Kiat Membuat Anak gembira & Bahagia, Setiap anak,  tentu ingin disayang dicinta dan diberi perhatian, tapi namanya  juga anak-anak , mereka sering berulah yang akhirnya membuat orang tua jengkel dan lepas kontrol ,  yang akhirnya si anak pun  dimarahi abis- abisan.

Kiat membuat anak

Belakangan, barulah kita menyesal nah, berikut sejumlah kiat jika Anda merasa baru saja menyatakan sesuatu yang menyakitkan hati anak.

–  Hentikan pikirkan tentang apa yang Anda katakan , mengapa Anda bisa sampai sedemikian marah? Apakah penyebabnya dari si anak atau ada penyebab lain.

–  Dengarkan : Bagaimanaa perasaan Anda seandainya orang lain mengatakan kata-kata seperti itu kepada Anda? Apakah Anda juga akan  mengatakan hal yang sama kepada orang dewasa?

–  Redakan segera : Redakan segera amarah Anda. Ceritakan kepada seseorang tentang masalah Anda. Anda bisa menelpon sahabat ,orang tua atau ahli.

–  Ingat : Anda tidak seorang diri dalam masalah ini, banyak orang tua lain  yang menghadapi masalah yang sejenis, tanyakanlah pada orang lain bagaimana cara mengatasi masalah itu tanpa perlu marah besar pada anak.

–  Ikut kursus ” Menjadi orang tua yang baik” kita dapat belajar bagaimana  menjadi orang tua yang baik,  dengan membaca buku pedoman tentang merawat anak , ikut seminar, kursus, untuk kemudian coba dipraktekan.

–  Perhatikan keberhasilan anak : Anak pasti ingin sukses, Puji dia saat mereka berhasil mengerjakan pekerjaan rumah tepat waktu  serta bertanggung jawab, beritahu bahwa Anda menghargai sikapnya.

–  Beri kasih sayang sepenuhnya : Tunjukan dan katakan betapa Anda sangat menyayangi  mereka walaupun Anda tidak menyukai apa yang mereka lakuklan, katakan ” Ibu sayang kamu” setiap  hari.

– Tolong diri sediri  : Bila Anda secara  emosional pernah dilakukan kejam semasa kecil, ambilah tindakan untuk membantu diri Anda, Orang tua yang tegar dan baik dapat mengatasi masalah keluarga yang pelik sekalipun, hubungi konsultan pekerja sosial, atau mintalah bantuan psikolog terdekat.

loading...

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar