Kisah Nabi Adam Bagian ke 4

By | March 15, 2016

Perkawinan di Zaman Nabi Adam

Kisah Nabi Adam  Bagian ke 4, Adam dan Hawa, sebagai suami istri, sebagai manusia pertama, dan sebagai nenek moyang kita, hidup rukun bersama. tiap kali melahirkan, Siti Hawa selalu beranak kembar – seorang laki laki dan seorang perempuan – dari satu kandungan, sampai sepuluh kali.

Kisah Nabi Adam

Adam and Eve

Pada kehamilan yang kesebelas – yakni yang terakhir  – Siti Hawa hanya melahirkan satu anak laki laki yang diberi nama Syits, yang kemudian menjadi Nabi, dengan demikian, anak anak mereka berjumlah dua puluh satu, terdiri atas sepuluh perempuan dan sebelas laki laki.

Suatu kali, ketika anak anak itu menginjak dewasa, terjadi perselisihan diantara Habil da Qabil, yang menjadi tanda kebenaran firman Allah SWT ketika Adam terusir dari surga, Qabil lahir bersama  saudaara kembarnya, Iqlima. sedangkan Habil lahir besama  saudara kembarnya,  Labuda. Menurut hukum perkawinan yang ditetapkan Allah ketika itu, Qabil harus mengawini Labuda (saudara kembar Habil) dan Habil mengawingi Iqlima (saudara kembar Qabil) tetapi Qabil menolak ketentuan itu, karena Iqlima, saudara kembarnya , jauh lebih cantik parasnya daripada Labuda.

Akibatnya pertengkaran itu, mereka akhirnya mengadukan kepada bapaknya, meskipun akhirnya Nabi Adam as, memutuskan bahwa peraturan yang sudah ditetapkan mesti dijalankan, yaitu bahwa Qabil harus mengawini Labuda dan Habil mengawini Iqlima, tetap saja Qabil menolaknya.

Ia bersikeras mengawini Iqlima, saudara kembarnya, maka perintiwa itu akhirnya diserahkan kepada Allah SWT dengan jalan mengadakan kurban.

Barang siapa yang kurbannya diterima oleh Allah SWT , maka dialah yang berhak mengawini Iqlima, dalam hal ini Allah SWT menerangkan didalam Al-Quran dengan firman-Nya :

Ceritakanlah kepada mereka dengan sebenarnya, tentang riwayat dua orang anak Adam, yaitu ketika keduanya berkurban kepada Allah, lalu Allah menerima kurban dari Habil dan tidak menerima kurban dari Qabil.

Maka karena itulah Qabil marah kepada Habil seraya berkata :” Demi Allah aku akan membunuhmu !” Maka jawab Habil :” Sesungguhnya Allah menerima kurban dari orang yang takwa, jika engkau memukul aku dengan tanganmu karena hendak membnunuhku, maka aku tida akan membalas pukulanmu itu, karena aku takut akan Allah yang memelihara alam semesta ini.

Aku menghendaki agar engkau kembali dengan membawa dosa membunuhku beserta dosamu sendiri, maka adalah engkau termasuk golongan orang orang yang menghuni neraka, demikianlah balasan orang orang yang aniyaya.”

Tetapi hawa napsu Qabil selalu hendak membunuh saudaranya, Habil lalu dibunuhnya, maka 1a (Qabil)termasuk golongan orang yang merugi. ( S.Al-Maidah : 27 – 30).

Setelah Habil terbunuh, maka Qabil pun merasa bingung mencari cara untuk menyelenggarakan mayat saudaranya itu, maka Allah SWT memperlihatkan kepadanya dua ekor burung gagak berkelahi dan seekor diantaranya mati terbunuh, maka yang masih hidup itu menggali tanah lalu menguburkan bangkai kawannya itu ke dalamnya dan kemudian ditimbunnya.

Di dalam hal ini, Allah SWT menerangkan :

Kemudian Allah memerintahkan seekor burung gagak agar menggali gali bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya .

Berkata Qabil, ” Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudara ku ini?” karena itu jadilah ia seorang diantara orang orang yang menyesal. ( S. Al-Maidah ; 31).

Demikian riwayat Qabil yang akhirnya dapat menguburkan mayat saudaranya, Habil, dengan demikian Qabil menjadi orang pertama yang membunuh sesamanya, sedabgkan Habil orang pertama yang terbunuh oleh sesamanya di muka bumi ini.

Nabi Adam a.s, wafat dalam usia seribu tahun, dan setahun kemudian wafat pula istrinya ( Hawa ), sebagian riwayat mengatakan bahwa Nabi Adam a.s, dimakamkan di Makkah, berdekatan dengan makan istrinya.

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan : Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Adam a.s, pada hari jum’at, dan diturunkan kebumi pada hari jum’at, begitu pula Nabi Adam bertobat kapada Allah SWT, setelah memakan buah terlarang , pada hari jum’at, dan Nabi Adam a.s, wafat pada hari jum’at pula”

Kesimpulan dan Hikmah di Balik Kisah Nabi Adam

  1. Umat manusia seluruhnya berasal dari Nabi Adam a.s, dan bukan dari makhluk lainnya
  2. Dosa Nabi Adam a.s, karena bujukan Iblis telah diampuni oleh Allah SWT dengan doanya
  3. Iblis yang terkutuk itu selalu mengoda manusia agar mereka tergelincir dari kebenaran dan nengikuti kemurkaan (kejahatan) dan dosa, maka Iblis itu musuh manusia yang nyata
  4. Manusia tidak pernah mengetahui apa apa yang gaib kecuali yang telah diberitahukan oleh Allah SWT
  5. Ilmu manusia amat terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi segala galanya
  6. Iblis memohon dipanjang usianya demi menggoda dan membujuk manusia menuju kesesatan, tetapi tidaklah akan tertipu oleh Iblis kecuali orang orang yang kafir.

 

loading...

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar