Kisah Pengantar Anak Tidur 6.

By | March 5, 2016

Menghalangi Karunia Allah Kepada Seseorang Menyebabkan Allah Menghalangi Karunia-Nya Kepadamu

(Kisah Tentang Para Pemilik Kebun)

Kisah Pengantar Anak Tidur 6

ALLAH SWT berfirman, yang artinya :

Kisah Pengantar Anak Tidur 6. “Sesungguhnya kami telah menguji mereka (musyrikin mekah) sebagaimana kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya dipagi hari, dan mereka tidak mengucapkan, ‘Insya Allah,’ lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.” (al-Qalam:17-20)

Kisah yang disebutkan dalam ayat ini adalah kisah tentang seorang laki-laki saleh, laki-laki yang selalu mengasihi orang-orang miskin dan selalu memberi makan kepada para fakir miskin. Dia tinggal di negeri Yaman dan memiliki kebun yang luas serta tiga orang anak.

Kisah Pengantar Anak Tidur 6. Ketika laki-laki saleh ini wafat, berkumpullah ketiga orang anaknya itu. Mmereka sepakat untuk menentukan waktu memanen buah dari kebun luas yang mereka miliki, hasil warisan dari bapak mereka.

Mereka juga sepakat untuk tidak lagi memberikan orang-orang miskin dari hasil kebun tersebut, sehingga semua buah dan hasil panennya hanya untuk mereka bertiga saja.

Akan tetapi saudara mereka yang pertengahan mengatakan,”Kita harus menunaikan hak Allah dan memberi makan orang-orang miskin, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh bapak kita, sehingga Allah memberkati dan menganugerahkan kebaikan serta keberkahan kepada kita.”

Nasihat saudara mereka yang pertengahan ini tidak mau mereka dengarkan. Bahkan, mereka segera melangkahkan kaki mereka untuk masuk rumah dan tidur. Niat mereka telah bulat, bahwa di pagi hari nanti mereka akan memanen hasil kebun untuk mereka jual, tanpa menunaikan hak orang miskin.

Kisah pengantar Anak Tidur 6. Ketika tiba waktu pagi, mereka bangun dari tidur dengan penuh kegembiraan, keceriaan dan kebahagiaan. Pikiran mereka terus dibayang-bayangi dengan hasil panen yang melimpah ruah.

Ketika salah seorang dari mereka mengangkat suaranya, dia ditegur oleh yang lain, “Kamu jangan berteriak!Rendahkan suaramu, karena jika orang-orang miskin mendengar suara kita, mereka akan segera berbondong-bondong datang!”

Saat mereka telah sampai di kebun, mereka tertegun kaget dengan pemandangan yang menghadang di hadapan mereka. Mereka menyaksikan tanah kebun telah kosong seperti habis terbakar dan tidak ada satu pohon pun yang tersisa di situ.

Dengan penuh kebingungan mereka saling melemparkan pandangan. Lalu mereka berkata,”Ke mana perginya ladang kita? Kemana perginya hasil panen milik kita? Ke mana perginya pepohonan yang hijau, subur, dan indah? Bagaimana semua ini bisa hilang dalam sekejap?”

Setelah berpikir sejenak, mereka kembali berkata,” Allah telah membalas keburukan niat kita. Dia menghalangi kita untuk menikmati hasil keberkahan ladang kita karena kita telah menghalangi hak orang-orang miskin.”

Kisah Pengantar Anak Tidur 6. Salah seorang dari mereka yang memiliki jiwa yang lebih baik dan lebih adil berkata,” Aku telah peringatkan kalian tentang akibat yang akan menimpa kalian jika kalian makan hak-hak orang miskin, sebagaimana yang dikatakan dalam Al-Qur’an, yang artinya:

” Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (al-Ma’aarij: 24-25)

Lalu dia lanjutkan kata-katanya,”Bukankah aku telah peringatkan dan ajak kalian untuk memberikan hak orang-orang miskin, sebagaimana yang telah dilakukan oleh bapak kita? Akan tetapi, kalian tidak mau dan kalian menjauh dari Allah, pasti kalian akan memberikan hak-hak orang miskin.”

Mendengar kata-kata saudaranya tersebut, salah seorang dari mereka berkata,” Demi Allah, ucapanmu itu benar dan kami salah. Kami akui dosa kami setelah Allah menghukum kami. Akan tetapi, apa gunanya penyesalan sekarang ini sedangkan semuanya telah lenyap bagaikan embusan angin?”

saudaranya yang memilki hati yang baik berkata,”Sesungguhnya penyesalan, bertobat, dan memohon ampunan yang disertai dengan tekad bahwa kalian tidak akan mengulangi lagi apa yang telah kalian lakukan, akan membuka pintu langit. Insya allah, sebagai balasannya Dia akan menganugerahkan kalian rezeki yang baik.”

 

Hikmah Cerita:

Berbuat baik kepada fakir miskin, memuliakan mereka, memberikan hak mereka dengan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu, akan menjadikan dirimu mendapatkan keridhaan dari allah dan mendapatkan balasan pahala.

Sedangkan jika kamu makan hak-hak orang miskin, maka sebagai balasannya kamu akan mendapatkan kemarahan dan kemurkaan dari Allah.

Karena ketiga orang bersudara tadi tidak mau memberikan hak-hak orang fakir dan miskin, akibat sifat serakah dan rakus mereka, maka perbuatan mereka itu dibalas oleh Allah.

 

 

 

 

loading...

One thought on “Kisah Pengantar Anak Tidur 6.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar