Minteri Penampakan di Batu Gede Leuwigoong

By | February 5, 2016

Minteri Penampakan Di Batu gede

Minteri Penampakan di Batu Gede Leuwigoong
Cerita Awal Minteri Penampakan di batu gede ,Pada saat musin kemarau sawah dan ladang juga kolan ikan di kampung Cikoang sangat kekeringan, begitupun dengan sumur sumur buat mandi dan nyuci pada kering.

Minteri Penampakan
Pada waktu itu nenek Inah dan nenek Eha mau ngandir air/mengairi buat sawah dan kolam ikan, karena kalau siang ngandir air selalu berebut dengan yang lain yang sama sama membutuhkan air, makanya nenek Inah dan nenek Eha memutuskan untuk ngandir dimalam hari.

Maka berangkatlah mereka berdua mencari air [ ngandir] berangkat sore sekitar jam lima dan jam tujuh air sudah mulai ngalir cuman kecil airnya maklum dibagi bagi sama yang lain yang sama sama mengairi sawawahnya.

Sekitar jam delapan malam air yang mengalir tambah kecil sehingga untuk nyampei kesawah sangat susah kerena airnya kecil, maka nenek Inah dan nenek Eha sepakat untuk melihat air lagi, mereka pun berjalan menelusuri selokan yang panjang itu dan mencari kemana larinya air itu dan siapa yang tega telah mencurinya.

Pas nyampai dipersimpangan air persis dibawah batu gede air itu mengalir kearah yang lain dan yang kearah nenek Inah dan nenek Eha ditutup, o … disini rupanya air itu dicuri nenek Inah dan nenek Eha berguman tanpa pikir lagi air itu langsung ditutupnya dengan lempengan tanah dan air langsung berbalik kearah selokan nenek Inah dan nenek Eha.

Sudah selesai merekapun kembali ketempat semula, pas nyampe sawahnya mereka pun istirahat persis dibawah pohon selong [petei cina] mereka duduk sambil ngobrol ngalor ngidul dengan diterangi cahaya rembulan, waktu itu jam menunjukan sudah jam sepuluh malam, lagi asiknya mereka ngobrol tiba tiba terdengan suara langkah Minteri Penampakan yang sangat keras sekali dengan dibarengi suara krincingan, semakin lama suara itu semakin keras dan semakin dekat.

Nenek Inah dan nenek Eha bingung suara langkah apa itu masa kalo suara langkah orang kok sampai begitu kerasnya , pas nenek Inah dan nenek Eha bangun mau melihat datangnya suara itu … Astagfirulloh ….. ternyata ada dua buto ijo yang datang badannya tinggi besar yang satu laki laki dan yang satu lagi perempuan dengan memakai kalung leher juga gelang tangan dankaki yang kayanya terbuat dari emas karena kelihatan dengan pancaran sinar rembulan kalung dan gelangnya sangat kinclong kekuning kuningan.

Tak pikir dua kali gak tahu siapa yang memberi komando keduanya lari terbirit birit masuk kerumah dengan napas yang hampir abis yang kebetulan rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat rasa takut dah mulai berkurang dan napas dah mulai tenang nenek Inah dan nenek Eha teringat akan airnya apa masih ngalir atau malah kering lagi dicuri orang, tapi ntuk melihatnya mereka masih ada rasa takut dan ahirnya dia minta tolong pada orang tua saya, maka digedornys pintu rumah saya dan nenek minta tolong untuk melihat air apa masih ngalir atau tidaknya, tapi kejadian yang dialaminya itu tidak diceritakan takut kalau bapak saya juga gak mau dimintai tolong.

Maka dengan sangat terpaksa bapak saya pun pergi ntuk melihat air dengan rasa kantuk yang masih melekat, kerena mertua yang nyuruh ya berangkat juga dengan membawa cangkul.

Ternyata betul air itu dah kering rupanya ada yang mencuri lagi, bapak saya terpaksa pergi untuk mencari siapa dan dimana air itu dicuri.

Minteri Penampakan

Ilustrasi Penampakan Buto Ijo

Sampai pertengahan jalan bapak saya tertegun karena jalan air itu melewati batu gede yang kata orang terkenal angker, tapi karena yang nyuruh itu mertua ya takut takut juga dia paksakan sambil berguman dalam hati, mengapa harus takut toh gak ada ceritanya ada orang mati dimakan setan, maka diapun berjalan menuju batu gede [batu besar] itu yang selekonnya pas ada dipinggir batu gede itu, dan ternyata air itu larinya kearah lain, tanpa pikir panjang langsung yang kearah lain itu ditutupnya sambil membungkuk, pas dah selesai dia berdiri melihat batu gede itu ….. Astaga didepannya ada penampakan mahluk raksasa tinggi besar dengan mata yang melotot.

Bapak saya sangat ketakutan sekali tanpa ..ba ..bi ..bu ..langsung aja lari pontang panting sampai terjatuh jatuh kesawah orang, sampai dirumah didobraknya pintu bruuk langsung jatuh seisi rumah pada kaget ada apa pak ada apa tapi belio gak bisa ngomong hanya nunjuk nunjuk aja .. tuh ..tuh tuuuuh, tapi ahirnya sudah lama dan keberaniannya dah mulai pulih baru cerita kalau di batu gede itu ada orang tinggi besar bertanduk sambil matanya melotot, seisi rumah pada takut kalo hal yang menyeramkan itu.

Dan pada siang harinya nenek pun bercerita atas kejadian yang dialaminya, dan kalau saya betanya pada bapak ada apa semalam bener ada buto ijo, belio hanya menjawab gak ada apa apa hanya pandangan bapak aja yang salah itu hanya sebatang pohon pisang, mungkin supaya saya tidak takut sehingga belio tidak menceritakan yang sebenarnya. Walohu Alam bi sawab

loading...

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar