Pulau Berhantu Hashima Jepang Yang Menyeramkan

By | September 5, 2017

Pulau berhantu Hashima Jepang, Pulau Hashima juga disebut pulau “Gunkanjima”  adalah merupakan sebuah pulau yang  terletak dekat Nagasaki yang mana pulau tersebut telah ditinggalkan penduduknya.

Pulau Hashima adalah pulau  yang menghasilkan pertambangan batu bara, dengan semua fasilitas untuk penambangan  sehingga penduduknya sangat padat oleh para penambang beserta kekuarganya.

Pulau Berhantu Hashima Jepang

Pulau berhantu hashima jepang

 

Dengan adanya penambangan batu bara di pulau itu maka penduduknya semakin bertambah sehingga bisa dikatakan penduduk yang paling banya diatas bumi, namun, pada tahun 1974, semua penduduk itu dievakuasi, tak satu orang pun yang tetinggal dipulau itu, sehingga bangunan-banguna semua hancur dimakan waktu.

Dalam film James Bon ” Skyfall ” pulau Hashima adalah tempat persembunyian para penjahat Raoul Silva, dalam hal ini seberapa jauh para manusia pergi dan mengeksploitasi alam demi untuk mencari uang, salah satu contoh adalah pulau Hashima ini, salah satu dari sekian banyak pulau di bawah Nagasaki  Prefecture jepang, yang berfungsi sebagai fasilitas penambangan batubara, dan dihuni oleh para penambang dan keluarga mereka.

Namun semua industri apapun akan tunduk pada perubahan yang mendadak, dan kami sendiri tidak bisa untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya di pasar dengan timbulnya perubahan teknologi begitu banyak, dan pulau Hashima Island menjadi salah satu korban atas perubahan industri itu , dan para pekerja juga keluarganya pergi meninggalkan pulau Hashima, struktur bangunan akhirnya hancur membusuk di tangan alam.

Pulau Berhantu Hashima Jepang, Pulau ini memiliki nama lain yang  dijuluki pulau “Gunkanjima”  yang secara harfiah berarti ‘kapal perang’ dalam bahasa Jepang. Itu karena, bentuk pulau muncul mirip dengan kapal perang. Itu juga dikenal sebagai ‘Midori nashi Shima’, yang berarti ‘pulau tanpa hijau’. Tanah itu dibeli oleh Mitsubishi pada tahun 1890, sebagai lokasi penggalian batu bara, dan dihuni oleh lebih dari 5.000 pekerja dan penduduk. Hal ini pernah dikenal sebagai tempat yang paling padat penduduknya di Bumi. Bahkan, kepadatan penduduk hampir 10 kali dari Tokyo.

Mengapa Apakah Hashima Island Ditinggalkan?
Pulau Hashima Island terletak sekitar 10 mil dari kota Nagasaki, Jepang selatan. di pulau ini merupakan temoat mata pencahariaan  para penambang batu bara bersama keluarganya, dan pada tahun 1960 penambangan batu bara beralih ke penambangan minyak bumi, oleh karena itu, banyak dari mereka memutuskan untuk meninggalkan pulau tersebut. pertambangan batubara menjadi suatu kegiatan yang sangat mahal, dan dengan  perubahan preferensi konsumen  perusahaan penambangan batu bara semakin buruk, karena itulah sebabnya maka mereka para penambang memutuskan untuk menghentikan aktivitas pertambangan di pulau tersebut.

Pulau berhantu Hashima jepang, Sejak itu juga kemudian dikenal sebagai ‘pulau hantu pulau itu tetap sepi dan dalam kondisi yang sangat menyedihkan, pulau itu dihancurkan oleh cuaca yang ekstrim, angin topan, dan hujan. Setelah pulau ini ditinggalkan oleh warga perubahan besar dalam industri pertambangan menghancurkan masa depan pulau ini.

Pada tahun 1974, Mitsubishi secara resmi menutup pulau itu, dan pulau itu benar benang kosong tida ada penghuninya pulau ini sekarang runtuh alias hancur.

Pada tahun 2009 pulau ini resmi dibuka kembali untuk para wisatawan, meskipun dengan akses yangat terbatas   yang tersisa sekarang dipulau adalah reruntuhan bangunan yang terlihat berantakan karena kondisi iklim yang keras.

Pulau Hashima ini memiliki sekolah, tempat hiburan dan fasilitas lainnya. Barang-barang milik penduduk masih terlihat berada dipulau itu dengan kondisi yang sangat menyedihkan seperti televisi, buku, dll
Banyak yang mengatakan kalau pulau Hashima yang dikelilingi lautan dengan gelombang yang tinggi dan ditinggalkan itu sangat menyeramkan, ini di akibatkan adanya cerita dari beberapa orang yang dipaksa untuk dijadikan buruh di penambangan batu bara dipulau tersebut. Selama Perang Dunia II, kebanyakan orang Cina dan Korea dipaksa menjadi pekerja dipulau itu, akibatnya banyak para pekerja yang kehilangan nyawa di pulau tersebut.

Selama musim panas, gelombang laut semakin tinggi, sehingga para pengunjung sangat sulit untuk datang kepulau itu, dan bila ingin mengunjungi sebaiknya selama musim dingin, karena ada kemungkinan cuaca dilautan lebih kondusif untuk mencapai pulau tersebut.

 

Save

loading...

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar